|
Pengembangan program mencakup sebuah siklus yaitu perencanaan – pelaksanaan - monitoring – evaluasi. Setiap tahapan tersebut membutuhkan desain yang matang guna memastikan capaian program dan mengantisipasi berbagai perubahan eksternal yang mungkin terjadi pada waktu pelaksanaan program. Sebagai lembaga penyalur dana (intermediary) dan sekaligus implementor di tingkat nasional, YAPPIKA berpengalaman melakukan pengembangan program dengan pendekatan Result Based Management (RBM) serta memfasilitasi OMS lainnya (mitra-mitra program YAPPIKA) untuk melakukan hal tersebut sesuai dengan karakter lembaga maupun kondisi sosial politik yang berkembang di tingkat lokal. Jasa konsultasi & pelayanan: Penggunaan Program menggunakan RBM, Tenik Integrasi Kesetaraan Gender dalam Kerangka Logis Program, Integrasi & Review Kesetaraan Gender dalam Perencanaan dan Pelaksanaan Penelitian, Monitoring & Evaluasi |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Organisasi masyarakat sipil (OMS) yang kuat dan akuntabel salah satunya ditentukan oleh tata kelola lembaga (governance) yang baik. Tata kelola lembaga yang baik ditunjukkan oleh beberapa hal seperti terjadi proses check and balance di tataran internal lembaga, komunikasi internal yang menjunjung keterbukaan dan kesetaraan, orientasi organisasi yang jelas, kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan eksternal maupun internal lembaga dengan tetap berpegang kepada orientasi organisasi dan terjadi pelembagaan pengetahuan yang telah diperoleh guna mendukung pengembangan kapasitas organisasi. Sebuah organisasi yang sehat dari sisi tata kelola internal lembaganya diharapkan akan lebih optimal dalam berkontribusi terhadap perubahan sosial yang adil yang dicita-citakannya. Sebagai organisasi yang terus belajar dan tumbuh, YAPPIKA selalu berupaya mengkapitalisasi pengetahuan dan ketrampilannya dari berbagai pengalaman menerapkan program, berkomunikasi dengan banyak pihak serta menarik pembelajaran dari setiap praktek yang dilakukan. Berdasarkan kapasitas yang dimilikinya, YAPPIKA menawarkan beberapa jasa konsultasi dan pelayanan untuk pengembangan tata kelola lembaga OMS bagi lembaga-lembaga donor, OMS maupun lembaga service provider lainnya: Assessment Kapasitas Lembaga (OCA, ODST, OCPAT, TANGO), Perencanaan Strategis Lembaga, Service Provider Pengembangan OMS, Integrasi & Review Kesetaraan Gender dalam Peraturan Umum Kepegawaian OMS. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
Advokasi suatu kebijakan publik dapat berjalan efektif jika ada perencanaan yang matang di setiap tahap prosesnya secara holistik serta pengelolaan tim advokasi yang kuat dan solid. YAPPIKA berpengalaman melakukan advokasi kebijakan di tingkat nasional dan melakukan pendampingan atau asistensi teknis kepada para OMS mitra program di daerah. Bersama OMS lainnya, YAPPIKA aktif menjadi penggerak kerja-kerja advokasi untuk beberapa Rancangan Undang Undang (RUU) seperti advokasi RUU Yayasan, advokasi RUU Kebijakan Partisipatif, advokasi RUU Pemerintahan Aceh dan advokasi RUU Pelayanan Publik. YAPPIKA juga menjadi leader jaringan OMS untuk mendukung kerja-kerja advokasi tersebut, yaitu dengan menjadi koordinator dan sekretariat Koalisi RUU Yayasan, Koalisi Kebijakan Partisipatif (KKP), Jaringan Demokrasi Aceh (JDA) untuk sekretariat Jakarta bekerjasama dengan ACSTF untuk sekretariat JDA di Aceh, Masyarakat Peduli Pelayanan Publik (MP3). Keempat RUU tersebut kini telah disahkan dan beberapa substansi UU yang ada di dalamnya merupakan masukan dari tim advokasi yang melibatkan banyak OMS termasuk YAPPIKA.
Jasa konsultasi & pelayanan: Menyusun Peta Politik Mikro, Analisis Stakeholder, Strategi Advokasi Kebijakan, Strategi Kampanye Advokasi Kebijakan Publik, Integrasi & Review Kesetaraan Gender dalam Usulan Draft Kebijakan
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Keterlibatan relawan dalam kerja-kerja OMS cukup penting untuk mendukung OMS sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat terlibat langsung dalam kerja-kerja gerakan sosial. Keterlibatan relawan juga dipandang sebagai perluasan penyebaran nilai-nilai atau isu atau cita-cita yang diperjuangkan oleh OMS tersebut. YAPPIKA berpengalaman mengelola relawan dari kalangan muda (mahasiswa) sejak tahun 2003 untuk mendukung kerja-kerja kampanye publik dalam ranah advokasi kebijakan sekaligus pengembangan kapasitas mereka. Sistem menajamen yang dikembangkan berhasil membuat mereka bertahan (retain) di YAPPIKA, menularkan informasi tentang kerelawanan kepada mahasiswa lainnya, meningkat kapasitasnya, menumbuhkan rasa tanggung jawab dan YAPPIKA pun terbantu dengan dukungan mereka.
Manajemen relawan yang dikembangkan YAPPIKA di antaranya mengatur tentang perekrutan relawan, retainment (mempertahankan), capacity building, nurturing (pengasuhan), pengelolaan konflik, kode etik, terminasi sebagai relawan, mekanisme relawan onsite, mekanisme relawan online, standar komunikasi staf – relawan, evaluasi performance, sinkronisasi aturan manajemen SDM – relawan.
Saat ini, sejumlah 30 orang relawan yang berasal dari 5 Perguruan Tinggi di Jakarta serta beberapa seniman muda, aktif sebagai relawan YAPPIKA.
|
|
YAPPIKA mempunyai sumber daya manusia yang berpengalaman dalam melakukan fasilitasi pertemuan seperti lokakarya (workshop), mengelola dan memfasilitasi pertemuan multipihak, melakukan evaluasi program, pemetaan organisasi masyarakat sipil di suatu wilayah tertentu. Pihak-pihak yang pernah menggunakan jasa YAPPIKA antara lain adalah DFID, ODI, ACCESS, YMM dan World Forum for Democracy in Asia (WFDA).
|
|
|