|
Jumat, 27 Agustus 2010 |
|
YAPPIKA mengucapkan banyak terima kasih kepada para donatur yang
telah memberikan donasi untuk program Keaksaraan Fungsional untuk Ibu
Buta Aksara yang dikelola oleh YAPPIKA. Berikut ini adalah rincian
penerimaan dana yang diterima di rekening Bank Mandiri No. Rekening
006.00.003652.0 a.n. YAPPIKA sampai dengan 31 Juli 2010:
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Minggu, 25 Juli 2010 |
|
Ibu Darkini adalah salah satu peserta warga belajar
keaksaraan fungsional yang dilaksanakan YAPPIKA di Kelurahan Marunda Jakarta Utara. Suaminya
yang menjabat sebagai ketua RT, mestinya membuatnya turut sibuk membantu urusan
administrasi maupun kegiatan sosial lainnya bersama para kader PKK dan
Posyandu. Namun ketidakmampuannya baca – tulis, membuatnya lebih banyak diam di
rumah dan tidak cukup aktif terlibat dalam kegiatan sosial di kampung tersebut.
Dia merasa tidak percaya diri.
Setelah enam bulan mengikuti kelompok belajar keaksaraan
fungsional yang dipandu oleh relawan YAPPIKA sejak Januari – Juli 2010, Ibu
Darkini sudah bisa membaca dan menulis dengan cukup lancar. Dia bercerita
kepada relawan maupun warga belajar di kelompoknya bahwa ia sudah bisa membantu
warga di sekitarnya untuk mengurus KTP ketika suaminya tengah sibuk bekerja.
Sebuah kemajuan besar menurutnya, karena selama ini dia tidak pernah melakukan
hal itu.
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Kamis, 22 Juli 2010 |
|
Oleh Nurdiyansah (Relawan YAPPIKA)
Sebuah nasehat mengatakan bahwa tidak ada
batasan umur belajar. Apalagi, halangan belajar bukan datang dari dalam diri,
melainkan disebabkan oleh faktor lingkungan, yaitu ketidakadilan karena
minimnya akses pendidikan yang layak bagi masyarakat miskin. Hal ini terjadi pada
kaum ibu di kawasan Marunda, Jakarta Utara. Cukup banyak ibu yang berusia lebih
35 tahun atau lebih yang masih mengalami aksara, namun umur yang tidak lagi muda
ternyata tidak mengendurkan semangat mereka untuk belajar baca tulis dan
berhitung.
Antusiasme para ibu yang kebanyakan
berprofesi sebagai ibu rumah tangga ini untuk bisa membaca, menulis, berhitung
tersebut jelas terlihat pada saat dilakukan sosialisasi rencana kegiatan
pembelajaran keaksaraan fungsional (KF) oleh YAPPIKA bersama relawan pada hari
Sabtu lalu (10/07/2010) di pelataran Rusunawa RW 07, Marunda. Siang itu, lebih
dari empat puluh orang ibu beramai-ramai datang di kegiatan sosialisasi untuk berbagi
cerita dengan warga belajar yang telah mengikuti kegiatan KF, tujuan kegiatan
KF, kaitan kegiatan KF untuk mengupayakan akses terhadap pemenuhan hak-hak
dasar warga serta berkenalan dengan para relawan YAPPIKA yang akan memfasilitasi
para warga buta aksara untuk belajar baca-tulis-hitung dan melatih untuk berani
bicara di depan umum. Kegiatan sosialisasi dilakukan di ruang terbuka dengan
menggunakan Yappika Life, sebuah mobile library yang dilengkapi dengan ruang
pertemuan, perangkat pemutar video dan sound system.
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Rabu, 21 Juli 2010 |
|
Tak terasa sudah enam bulan kegiatan pembelajaran keaksaraan fungsional (KF) untuk ibu-ibu buta aksara dilaksanakan relawan YAPPIKA di Kelurahan Marunda Jakarta Utara. Dua kelompok belajar sudah siap menyongsong ujian akhir untuk KF dasar yang akan dilaksanakan di hari Minggu tanggal 25 Juli 2010. Tengah malam beberapa hari lalu, seorang ibu warga belajar, Ibu Karni, menelpon ke salah satu staf YAPPIKA. Dia mengatakan kalau dalam seminggu terakhir ini belajar keras untuk melatih kelancaran membaca dan menulis menggunakan bahan-bahan bacaan yang telah disediakan oleh relawan YAPPIKA. Namun, dia merasa sedikit gugup menghadapi ujian, khawatir kalau kesulitan mengerjakan soal-soal. Kami pun berusaha menenangkannya bahwa belajar dan ujian itu menyenangkan.
Ibu Karni adalah salah satu warga belajar yang sangat rajin. Sebelum mengikuti kegiatan, dia adalah buta aksara murni. Setelah enam bulan mengikuti kelas KF yang dibimbing relawan YAPPIKA, dia sudah mulai bisa membaca dan menulis. Bahkan dengan bangga Bu Karni bercerita kalau dia sudah bisa membuat tanda tangan pertamanya. Berkat pelatihan KF yang di dalam proses belajar juga mendorong peserta untuk berani bicara di depan umum, Ibu Karni dapat mengurus proses administrasi penjaminan tanah ke bank untuk memperoleh pinjaman. Dengan penuh semangat ibu yang selalu tampil rapi itu bercerita kepada relawan YAPPIKA,”Kemarin saya bisa tanda tangan di depan beberapa orang petugas bank.”
|
|
|
Kamis, 08 Juli 2010 |
|
YAPPIKA turut mengecam keras terhadap tindak kekerasan yang dilakukan oleh "sejumlah orang tidak dikenal" terhadap aktivis pemberantasan korupsi dari Indonesia Corruption Watch (ICW), Tama S. Langkun. Tindakan biadab ini harus diusut tuntas oleh aparat kepolisian demi keadilan. Dan kepada semua pihak, mari selalu mendukung gerakan anti korupsi, menentang pelanggaran HAM dan ketidakadilan di Indonesia.
|
|
|
Senin, 05 Juli 2010 |
|
YAPPIKA dan Dompet Dhuafa mengucapkan banyak terima kasih kepada para
donatur yang telah mengirimkan donasi ke rekening YAPPIKA maupun secara
langsung diserahkan di kantor YAPPIKA untuk program pengentasan ibu buta
aksara. Selama periode Desember 2009 - Mei 2010, sejumlah Rp.
18.485.999 (delapan belas juta empat ratus delapan puluh lima ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan rupiah)
telah diterima oleh YAPPIKA. Daftar donatur yang berdonasi melalui
rekening Dompet Dhuafa disajikan terpisah.
Berikut ini adalah daftar donasi yang telah diterima melalui YAPPIKA
sampai dengan tanggal 30 Mei 2010:
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 10 dari 28 |