|
Demo CICAK Menuntut Pemberantasan Korupsi dan Penyelamatan KPK di Bundaran HI |
|
|
|
Senin, 09 November 2009 |
|
Minggu pagi, 8 November 2009, staf YAPPIKA dan relawan
mengikuti aksi damai Konser Musik Lawan Korupsi yang diselenggarakan oleh
komunitas CICAK (Cinta Indonesia Cinta KPK) di Bundaran HI. Ribuan orang, mulai
dari anak-anak hingga orang tua bersama-sama menyerukan yel-yel yang dipimpin
oleh beberapa orator. “KPK - Jaya, Korupsi - Mati, Presiden – Bangun”, itulah
salah satu yel-yel yang diteriakkan oleh pengamat politik Eep Syaifulloh Fatah.
Peserta aksi damai yang kebanyakan para facebookers pendukung gerakan anti
korupsi dengan semangat menyambut yel-yel itu dengan mengangkat tangan kanannya
ke udara. Terik matahari menjelang siang tak membuat para peserta aksi
beringsut dari tempatnya, namun justru bertambah banyak. Hiburan lagu-lagu anti
korupsi dan pembacaan puisi dipersembahkan oleh beberapa musisi seperti Oppie
Andaresta, Happy Salma, Efek Rumah Kaca dan Slank.
Aksi di Bundaran HI itu adalah salah satu bukti nyata
dukungan dan kecintaan masyarakat terhadap KPK sebagai sebuah institusi yang
menjadi harapan untuk pemberantasan korupsi di Indonesia. Riuh rendah suara rakyat
mendukung KPK tak seharusnya dikesampingkan oleh penguasa negeri ini, karena
rakyatlah yang memberikan mandate kepada mereka untuk melayani dan memimpin
roda pemerintahan. Gerakan rakyat yang menyebar di seantero negeri adalah awal,
dan bukan hal mustahil akan membesar jika nurani kebenaran itu tetap
dipermainkan oleh segelintir orang. Meminjam kata-kata Sandrina Malakiano yang
menjadi presenter di panggung aksi damai itu, bahwa “jangan lagi ada pejuang-pejuang
kebenaran dan demokrasi di-Munir-kan”. Suara rakyat dan masyarakat sipil, baik
segilintir orang maupun massa,
adalah alat penyeimbang kekuasaan di negeri ini supaya tetap berada di
jalurnya. Mereka adalah pilar demokrasi yang tak boleh dibungkam dan tak bisa
dibungkam untuk membuat negeri ini lebih baik. (tut)
|