Yang Kami Lakukan
Program Saat Ini | Program Saat Ini |
|
|
| Selasa, 16 Pebruari 2010 | |
|
Pemanfaatan Indeks Masyarakat Sipil dalam Program ACCESS Phase II YAPPIKA mengembangkan kajian tentang kondisi masyarakat sipil di Indonesia melalui pengukuran Indeks Masyarakat Sipil (IMS) di tingkat nasional mulai tahun 2002 dan tingkat Kabupaten mulai tahun 2004. Pengukuran IMS kabupaten dilakukan pada tahun 2004 dan 2007 dengan dukungan dana dari program ACCESS Tahap I - AUSAID. Oleh program ACCESS hasil pengukuran IMS tersebut digunakan sebagai salah satu tolok ukur sejauh mana peningkatan kondisi kesehatan masyarakat sipil pada akhir periode program. Kerja sama dengan program ACCESS - YAPPIKA berlanjut pada tahun 2009 - 2013 melalui program Pemanfaatan Indeks Masyarakat Sipil pada Program ACCESS Tahap II. YAPPIKA berkoordinasi dengan lembaga lainnya yang menjadi mitra strategis program ACCESS untuk bersama-sama mengelola dan menjalankan kegiatan-kegiatan guna pencapaian program ACCESS. YAPPIKA bertanggung jawab untuk melakukan penuatan OMS mitra program menggunakan alat IMS untuk menyediakan baseline (data dasar) program dan Monev, melayani permintaan peningkatan kapasitas atau keahlian OMS mitra program pada isu advokasi kebijakan, kampanye dan outreach, peningkatan kapasitas tata kelola lembaga dan penganggaran partisipatif. Wilayah kerja program ACCESS ada di 16 kabupaten, yaitu Jeneponto, Bantaeng, Goa, Takalar, Muna, Buton, Bau Bau, Buton Utara, Timor Tengah Selatan (TTS), Kupang, Sumba Barat, Sumba Timur, Bima, Dompu, Lombok Barat dan Lombok Tengah.
Donasi Publik untuk Program Keaksaraan Fungsional Pada tahun 2010, YAPPIKA mulai mengembangkan program keaksaraan fungsional untuk para ibu yang masih mengalami buta aksara. Program ini bertujuan untuk meningkatnya pemahaman masyarakat tentang prosedur pelayanan publik di bidang kesehatan, pendidikan, administrasi kependudukan dan hak pemenuhan pelayanan publik melalui pembelajaran keaksaraan fungsional. Modul pembelajaran keaksaraan dikembangkan dengan mengadaptasi isu pemenuhan hak dasar di 3 ranah tersebut. Hasil jangka pendek (output) yang diharapkan dari pelaksanaan program ini di antaranya adalah: · Meningkatnya kemampuan keaksaraan fungsional para ibu yang masih menderita buta huruf di wilayah program dan pemahaman terhadap informasi tentang hak pelayanan publik di bidang kesehatan, pendidikan dan administrasi kependudukan · Terbangunnya kerelawanan masyarakat · Meningkat dan menguatnya kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan pengajaran keaksaraan fungsional dengan muatan isu hak pelayanan publik dasar bagi perempuan miskin.
Pelaku utama pelaksanaan program adalah relawan YAPPIKA yang selama ini
telah cukup banyak terlibat dalam kerja-kerja YAPPIKA maupun merekrut relawan
baru. Mereka adalah mahasiswa yang mempunyai latar belakang keahlian pengajaran
keaksaraan yang diperoleh dari universitas tempat mereka menuntut ilmu. Program
juga melibatkan relawan lokal yang dilatih untuk melakukan pengajaran
keaksaraan. Strategi ini dilakukan agar ilmu dan keahlian tersebut tetap
tertinggal dan dimiliki oleh komunitas masyarakat di lokasi program.
Pilot program dilakukan di wilayah Jakarta dan memungkinkan dilakukan di lokasi lainnya, tergantung
kepada jumlah dana publik yang berhasil digalang. Pembiayaan pelaksanaan program ini berasal dari dana publik yang digalang oleh YAPPIKA. Pada tahap awal, penggalangan dana publik dilakukan bersama-sama dengan Dompet Dhuafa Republika. |
| Pencatatan data sejak: | 2008-09-04 |
| Kunjungan hari ini: | 26 |
| Kunjungan bulan ini: | 445 |
| Total kunjungan: | 79035 |