Konferensi Pers #DaruratSekolah Bersama Reza Rahadian

Diterbitkan pada | Senin, 03 Agustus 2020

Sudah bukan rahasia lagi bahwa kecintaan Reza Rahadian terhadap dunia peran tidak diragukan. Namun begitu, ada satu sisi dari Reza Rahadian yang membuatnya semakin menjadi idola: kecintaannya terhadap dunia pendidikan. Terbukti dia adalah duta YAPPIKA-ActionAid dan berbicara banyak soal #DaruratSekolah, seperti yang ia lakukan di Konferensi Pers pada tanggal 2 Mei 2017, berlokasi di Hong Kong Cafe, Sarinah.

Bersama Hendrik Rosdinar selaku Manager Program YAPPIKA-ActionAid, Reza menyebutkan bahwa 18,6 persen ruang kelas sekolah dasar (SD) dan 16,62 persen ruang kelas sekolah menengah pertama (SMP) di Indonesia yang rusak. Setidaknya ada 6,6 juta anak yang terancam bahaya karena belajar di ruang kelas yang rusak dan bisa roboh kapan saja. Sejak 2014 tercatat 105 anak mengalami luka dan empat anak menjadi korban jiwa.

Belum lagi, pemerintah masih lalai dalam mengawasi perbaikan gedung sekolah. Hal ini dibuktikan dalam empat bulan terakhir, SDN Paku Alam di Kota Tanggerang Selatan, SDN Cangkring II di Kabupaten Indramayu, dan SDN Ciptamargi 2 di Kabupaten Karawang, kembali roboh. Padahal, gedung sekolah tersebut diperbaiki kurang dari lima tahun yang lalu.

Untuk mengatasi hal ini, YAPPIKA-ActionAid mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dalam kampanye #DaruratSekolah, melalui website www.daruratsekolah.com.

Menyalakan Solidaritas dari Gerakan Sekolah Aman

Konferensi pers darurat sekolah ini menjadi lonceng pengingat bahwa jalan panjang menjemput hak atas prasarana inklusif memerlukan napas gerakan yang kolektif. Seluruh kritik kebijakan ini selaras dengan satu komitmen besar di dalam Program Sekolah Aman: membangun keberdayaan warga agar mampu mengawal akuntabilitas dana publik secara mandiri.

Tag :